Kenangan indah bersama “ROXETTE”

Mumpung masih Fresh di memory aku, Sabtu kemarin nonton Live konser Duo Roxette, di Mata Elang International Stadium ( MEIS – Ancol ), sedikit surprise atas pemilihan tempat oleh promotor BIG DADDY , ini adalah gedung konser baru di Jakarta, memiliki konsep seperti mall – mall, terdiri dari 3 lantai, lantai 1 berisi foodcourt dan restoran restoran , lantai 2 berisi toko toko suvenir dan asesoris, dan lantai 3, adalah hall konser nya, katanya mampu menampung 17.000 orang, dengan konsep ini berasa ke mall saja🙂 dan Roxette beruntung menjadi band pertama yg memai tempat ini.

OK sekian cerita tentang tempatnya, sekarang aku cerita tentang pengalaman sekali seumur hidup ini, kenapa aku bilang seumur hidup ? pastilah soalnya personil Roxette sudah berumur 54 thn ( Marie Fredirekson ) dan 56 thn ( Per Gassle ). dengan usia yg sudah uzur begitu mungkin ini adalah tour dunia pertama mereka ( setelah 10 tahun vakum ) dan yg terakhir juga😦

Berangkat dari rumah jam 16.00 , sampai Ancol jam 17.30 , pintu masuk belum di buka, kita cari makan dulu, burger dan kentang goreng sukses sebagai penggancal perut, tepat pkl 18.30 gerbang masuk di buka, penonton sudah berbaris rapi, mengular di dua gate masuk, mungkin agak beda dengan konser Ketty Perry atau Justin Biebber yg di penuhi okeh para ABG labil, penonton Roxette umumnya sudah dalam usia matang ( di atas 30 th ) antrian sangat rapi , selama antri panita memutarkan lagu lagu Roxette sebagai pemanasan, beberapa penonton sudah terlihat ada yg latihan hihihi….

MEIS Ancol yg berlokasi di pantai Carnaval, membuat angin pantai sangat terasa selama mengantri, aku sempatkan berfoto selama ngantri dengan latarbelakang gedung konser, oya walau pun di dalan mall, tapi akses masuk tetap dari luar mall, sekedar info aja, selama ngantri ternyata banyak calo yg nawarin tiket untuk di jual atau di beli, #barutahu

Sampai di lantai 2, poster poster Roxette banyak terpampang, aku menyempatkan diri untuk berfoto dengan salah satu BIG Posternya

Naik ke lantai 3, dengan menggunakn eskalator ( sepertinya lift tidak ada di mall ini ), panitia mengarahkan aku ke tempat duduk sesuai tiket ( kelas tribun )

Jam menunjukan pukul 19.30 ketika aku sudah duduk manis di kursi tribune, design tempatnya sangat bangus, seperti nonton di bioskop, duduk paling belakang pun masih bisa melihat dengan jelas, tanpa harus terhalang orang di depan

Sebelum konser di mulai ( jam 20.00 ) aku sempat photo – photo dan menonton iklan – iklan next Event yg di kordinis BIG DADY , ( next event adalah Lady Gaga ). Tepat pukul 20.15 ada pengumuman evakuasi jika terjadi hal hal darurat selama konser oleh pihak MEIS , penonton juga baru berdatangan, mungkin karena faktor U, aku tidak melihat ABG, yg ada malah anak anak kecil bareng mama papa nya heheh , sekalian nostalgia kali ya !, sayang Jason ngak aku ajak😦 , oya hari itu juga ada match Liverpool vs Arsenal juga lho…. ini yg membuat aku ngak konsen selama acara…… haduh !

Tepat pukul 20.30 lampu di padamkan, kemudian terlihat di atas panggung duo Roxette beserta band pendukungnya masuk, tanpa basa basi, intro “Dressed for success” langsung menghentak, penonton langsung terbakar emosi, pada ikut nyanyi dan jingkrak – jingkrak, aku sudah menduka lagu ini akan menjadi pembuka🙂

Selesai ” Dressed For Success ” tanpa ngasih jeda , Duo roxette langsung menghentak dengan lagu “Slipping in my Car” , Marie terlihat kurang antraktif , beda dengan Per yg Energik, yg berlari menjelajah panggung yg tidak terlalu besar ini
Terlihat kalau kanker otak yg di derita Marie selama 10 tahun ini membuat dia harus mengatur strategi agar mampu bertahan sampai akhir show, tapi dari segi kualitas vokal, Marie masih prima, tak terdengar perbedaan suara Marie ketika Live Show dengan dengar langsung di Kaset, sama persis, tidak ada penurunan kualitas, Per memberi waktu Marie untuk sedikit istirahat dengan membawakan lagu ke-3 ” BIG L”

“Selamat malam Jakarta, ini adalah waktu yang sangat lama untuk kita bisa bertemu. Tapi aku sepertinya mengenali wajah kalian. Kalau kalian tahu liriknya, jangan berhenti untuk menyanyi,” ujar Per Gessle. “Sangat menyenangkan bisa melihat kalian semua,” itulah kalimat pertama yang terucap dari bibir Marie saat menyapa para penggemarnya, setelah itu masuk ke lagu irama melow , dan “Wish I Could Fly” langsung memenuhi ruangan

Setelah itu langsung di susul dengan lagu yg berirama nge-beat, “Star” dan “She Got Nothing (The Radio)”, penonton kurang antusias dengan 2 lagu ini karena terdapat di album – album terakhir yg kurang sukses di pasaran, lalu untuk mendinginkan suasana dan memberikan kesempatan Band pendukung untuk ber istirahat Duo Rexette membawakan lagu bertempo slow dengan ber akustik, alias hanya di iringi gitar saja, maka “Perfect Day’ dan ” Thing never been the same” mengalun merdu dari bibir Marie

masuk ke lagu ke 9, Per memberikan sedikit komentar “Dari dinginnya Swedia ke panasnya Hollywood” dan lagu pretty woman ini pun langsung jadi arena karokean masal

di lanjutkan dengan lagu “7Twenty7” yg kata si Per di ambil dari album “Have a Nice Day”

lalu lanjut ke lagu ke -11 dan ke – 12, “Finding Like a Flower” dan ” Crash Boom Bang”

Sebelum masuk ke lagu ke-13, Per memberikan clue , ” Lagu ini di buat hanya dengan 1 kunci gitar saja, Anda bisa menebak lagunya ? ” sambil terus bergitar dengan nada yang sama

tanpa berhenti lanjut lagu ” Dangerous ”

Semua ini diawali oleh Marie Fredriksson dan Per Gessle yang mulai mengenalkan anggota band pengiringnya satu per satu. Ketika perkenalan anggota band sampai pada Christoffer Lundquist  sang gitaris, Christoffer langsung unjuk kebolehan dengan permainan solo gitarnya.

Saat itu, jari Christoffer dengan lincah memainkan melodi Nona Manis Siapa yang Punya. Merasa tidak asing dengan lagu tersebut, penonton pun langsung bersorak dan bertepuk tangan. Permainan Christoffer tidak berhenti sampai di situ saja, dia pun mainkan reff lagu tersebut secara berulang-ulang dengan gradasi irama mulai dari pelan, medium dan akhirnya sangat kencang di akhiri dengan intro “Joyride”, dan siapa sangka ini adalah lagu terakhir mereka

Encore sekitar 3 menit, panggung kosong, tapi lampu masih belum padam, penonton tahu ini trik lama, dan teriakan “We want more, we want more ” berkumandang, dan benar saja Roxette masuk lagi, “Terimakasih banyak. Ini fantastis! Kami merasa sangat terhormat berada di sini. Sekali lagi terimakasih banyak.. banyak.. banyak.. Terimakasih, “ tutur Gessle.

yg langsung di sambung lagu ke-16 ” Spending my Time” yg lagsung mendapat respon koor panjang sepanjang lagu, dan ada jeda di tengah – tengah lagu tanpa musik yg memungkinkan penonton bernyayi sendiri, merinding booo…..

dilanjutkan lagu terakhir ” The Look” di akhir lagu solo gitar dari Per menutup lagu dengan megah, “Are you happy ? ” kata Per, di sambut terikan dan tepukan yg dasyat….dan Roxette pun undur diri

Seperti dugaanku, mereka tidak benar-benar pergi. Aku masih menanti lagu ‘Listen to Your Heart’. Benar dugaanku, mereka kembali dan membawakan lagu itu.

“Kami tak mungkin meninggalkan kalian tanpa menyanyikan lagu ini,” tutur Per.

Konser Roxette benar-benar nyaris sempurna di mataku. Roxette masih punya greget masa muda mereka, walau sesekali Marie tampak kesulitan mengambil nada tinggi dalam beberapa lagu. Tapi hal itu masih bisa termaafkan.Panggung memang tidak terlalu wah, mungkin di sesuaikan dengan keadaan Marie sekarang yg tidak terlalu jauh menjelajah panggung, untuk tata cahaya ? jangan di tanya, Mata Elang gito lho…..rajanya tata cahaya

Marie pun mencoba menebus kesalahannya dengan akhir yang manis di lagu ‘Listen to Your Heart’. Dua kalimat terakhir di lirik lagu tersebut dinyanyikan Marie tanpa musik. Ia mencoba mengambil nafas panjang untuk bisa mencapai nada tinggi. Tapi ternyata yang terjadi adalah sound mati ketika Marie memasuki lirik terakhir lagu tersebut.

Di giant screen ia tampak mengambil ancang-ancang panjang untuk menutup lagu dengan sempurna. Urat-urat di lehernya menebal, Marie menutup mata berkonsentrasi. Tak ada suara yang keluar lewat loudspeaker. Kata-kata dari bibir Marie keluar tanpa pengeras suara. Sungguh sangat disayangkan. Kekecewaan tampak di wajahnya, Per dan band pun memutuskan untuk langsung mengakhiri konser tersebut tepat pukul 22.10 WIB.

Menurut songlist yang kemudian beredar usai konser, seharusnya mereka menyanyikan satu lagu lagi yaitu ‘Church of Your Heart’. Namun ternyata niat tersebut urung dilakukan. Tapi sebanyak 19 lagu dirasa sudah cukup membuat penonton super puas menikmati Roxette.

Satu momen yang membuat aku tersentuh, Per membantu Marie meninggalkan panggung. Ia memapah rekan duetnya itu yang tampak sudah sangat letih. Per memeluk Marie dan sekali lagi mereka berdua berbalik ke arah penonton dan pamit undur diri tanpa kata-kata. Sepertinya Marie masih berusaha untuk mengucapkan “selamat tinggal” kepada fans setia Roxette……..yg selama 25 thn ini selalu mensupport Roxette. penonton tahu kekecewaan yg di rasakan Marie, dan terus memberikan aplus penyemangat kepada dia …..

Untuk seorang dengan Kanker Otak selama 10 thn terakhir, ini adalah Performa yg jauh dari cukup, sangat Awesome dan Fantastic…. I Love You Roxette, the Best moment in my life… was that night, for sure…..

KancilGooner melaporkan langsung dari MEIS Ancol🙂 Sign Out

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s